Rabu, 17 Oktober 2012

Contoh Kerangka Karangan TUGAS 2

Topik   : Tempe bongkrek
             I.      PENDAHULUAN
I.I. Latar belakang masalah
     A. Asal mula Tempe Bongkrek
     B. Keracunan Tempe Bongkrek

I.2. Rumusan masalah
      A. Apa itu tempe bongkrek
      B.  Bahaya tempe bongkrek
      C. Kandungan zat dalam tempe bongkrek
      D. Gejala keracunan tempe bongkrek
          II.      PEMBAHASAN
   II.1. Apa itu tempe bongkrek
Tempe yang dibuat dari ampas kelapa sangat berpeluang untuk terkontaminasi oleh bakteri Pseudomonas cocovenenans. Didalam tempe bongkrek, bakteri ini akan memproduksi toksin tahan panas yang menyebabkan keracunan pada orang yang mengkonsumsinya.
II.2. Bahaya tempe bongkrek
       
     Toksin yang diproduksi P. cocovenenans ada 2, yaitu asam bongkrek (tidak berwarna, sejenis asam lemak tidak jenuh) dan toksoflavin (berwarna kuning, struktur mirip dengan riboflavin). Asam bongkrek memobilisasi glikogen didalam liver, menyebabkan hiperglikemi lalu hipoglikemi dan menghambat pembentukan ATP yang bisa menyebabkan kematian sementara toksoflavin menghasilkan hidrogen peroksida yang toksik terhadap sel. Menurut sitasi, asam bongkrek tetap bertahan didalam tempe bongkrek yang direbus ataupun yang digoreng, jadi tahan terhadap suhu diatas 180 derjt C.
Keberadaan asam bongkrek menyebabkan kapang tidak bisa tumbuh dengan baik, sehingga miselium kapang dipermukaan tempe bongkrek yang dicurigai mengandung asam bongkrek terlihat tipis. Jika mengandung toxoflavin, tempe bongkrek akan terlihat berwarna kuning (normalnya putih). Tapi, karena toksinnya yang sangat letal, sebaiknya hindari mengkonsumsi tempe bongkrek.
II.3. Kandungan zat dalam tempe bongkrek
  • Toksin 
  • Asam bongkrek 
  • Toxoflamin

II.4. gejala keracunan
  •  Gejala timbul 18-36 jam setelah makan tempe bongkrek yang telah terkontaminasi 
  •  Gejala awal : Sakit tenggorokan, sakit kencing dan keluhan salurancerna 
  • Gejala lanjut : Diplopia, ptosis, disartria, dan kelemahan sarafkranialis lainnya, diikuti dengan paralisis desendens progresif danakhirnya henti nafas 
  •  Mental tetap baik, sensorik baik 
  •  Pupil dilatasi, dan refleks cahaya (-)/normal 
  •  EMG : Konduksi normal, potensi aksi motor
       III.      PENUTUP
III.1. kesimpulan
      Tempe bongkrek sangat beracun karena konsumen akan  akan merasakan badan lemah, pusing, mual, sesak napas, sulit menelan, sulit bicara hingga akhirnya meninggal. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan langsung membawa ke rumah sakit. Dokter akan berupaya mengeluarkan kembali tempe bongkrek yang sudah terlanjur masuk ke lambung dengan obat pencahar. Serta pemberian anti toxin, atau bila masih tak terselamatkan, bisa dilakukan pemberian glukosa dan garam fisiologis.

III.2 SARAN
     Disarankan agar konsumen lebih hati=hati lagi dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. karena sehat itu mahal.
            

Kamis, 11 Oktober 2012

SIKLUS AKUNTANSI



Siklus adalah perputaran dari awal sampai akhir sesuatu hal.  Yang dimaksud di sini adalah perputaran/langkah-langkah dalam membuat pembukuan dari awal sampai akhir dan nanti kembali ke awal lagi.  Dimana pencatatan akuntansi berlaku dalam satu periode, umumnya untuk akuntansi di Indonesia satu periode adalah satu tahun Kalender.  Jadi periode tahun 2012 artinya pencatatan akuntansi dimulai dari 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012.  Kenapa disebut siklus? Ya, karena periode hanya berlaku dalam satu tahun, maka untuk tahun berikutnya mutar lagi seperti tahun sebelumnya dan begitu seterusnya sampai tidak ada batasnya, kecuali perusahaan itu ditutup.
Kita kembali ke awal pembahasan terdahulu. Dengan menggunakan persamaan kita sudah dapat membuat laporan keuangan (Laba-rugi, Perubahan modal dan Neraca).  Lalu, apa dan kenapa harus menggunakan siklus Akuntansi? Memang dengan persamaan kita sudah bisa membuat laporan keuangan, tapi masih bersifat terbatas dan bila ada penambahan kelompok data (akun), maka akan kesulitan menambah data tersebut.  Hal ini disebabkan karena pencatatan bersifat ke kanan (berkolom). Dengan menggunakan persamaan akan mengalami kesulitan bilamana data yang diolah sudah semakin banyak dan komplek.
Untuk mengatasi masalah ini, maka diperlukan suatau pencatatan yang rapi, terstruktur dan mudah digunakan dan harus mengikuti prinsip dan langkah-langkah atau metode yang telah disepakati bersama oleh pakar akuntansi Indonesia yang tergabung dalam IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia).  IAI membuat prinsip dan metode pencatatan akuntansi yang sudah standar dan diterima oleh masyarakat yang disebut SAK (Standar Akuntansi Keuangan).
Urutan Siklus Akuntansi :
  1. Bukti Transaksi
  2. Jurnal
  3. Posting ke Buku Besar
  4. Neraca Saldo (Neraca Percobaan)
  5. Jurnal Penyesuaian (Adjustment)
  6. Neraca Lajur (Worksheets)
  7. Neraca setelah penyesuaian
  8. Laporan keuangan
  9. Jurnal Penutup
  10. Jurnal Pembalik
SUMBER : http://my-dream-my.blogspot.com/2011/12/siklus-akuntansi.html 
                   http://blogdeta.blogspot.com/2010/02/siklus-akuntansi.html 

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI



Dalam memahami proses akuntansi, ada baiknya untuk memahami persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi dibangun pemahaman antara hak dan kewajiban. Hak merupakan kekayaan atau aktiva atau asset. Hak ini ada karena telah timbul kewajiban. Konsep akuntansi menghendaki keseimbangan antara hak dan kewajiban. Oleh karena itu setiap pertambahan kewajiban bank, harus diikuti peningkatan hak atau asset. Secara umum persamaannya adalah:
Hak         =          kewajiban
Aktiva    =          pasiva
Kewajiban bank terdiri dari kewajiban terhadap pihak eksternal dan kewajiban terhadap pihak internal. Kewajiban kepada pihak eksternal adalah kewajiban kepada kreditor atau pemberi dana atau deposan. Sedangkan kewajiban terhadap internal adalah kewajiban kepada pemilik modal. Dengan demikian persamaan dapat diperluas menjadi:
Aktiva    =          hutang + modal
Bila bank melakukan aktivitas, akan memperoleh pendapatan dan mengeluarkan biaya. Selisih pendapatan dengan biaya merupakan laba bank.laba bank merupakan komponen modal bank. Untuk itu persamaannya menjadi:
Aktiva    =          hutang + modal + pendapatan – biaya
Atau
Aktiva + biaya = hutang + modal + pendapatan
Dengan persamaan dan penggambaran rekening buku besar, maka dapat disimpulkan bahwa:
a.      Setiap perteambahan aktiva akan didebet, dan pengurang aktiva akan dikredit.
b.      Setiap pertambahan biaya akan didebet, seitap pengurangan biaya akan dikredit.
c.       Setiap peningkatan utang akan dikredit dan setiap pengurangan/pelunasan hutang akan didebet.
d.      Setiap pertambahan modal akan dikredit dan penurunan modal akan didebet.
e.      Setiap pertambahan pendapatan bank akan dikredit dan setiap penurunan pendapatan akan didebet.
Aktiva bank misalnya berupa kas, giro BI, penempatan pada bank lain, sekuritas jangka pendek, kredit yang diberikan, penyeraan dan aktiva tetap. Hutang bank misalnya giro nasabah, tabungan, deposito, pinjaman diterima, sedangkan modal berupa modal disetor maupun laba ditahan. Untuk pendapatan bank bias berupa pendapatan bunga dan pendapatan lainnya. Sedangkan biaya bank berupa biaya bunga dan biaya lainnya.

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Persamaan_akuntansi

ASUMSI DAN KONSEP DASAR AKUNTANSI



Untuk memahami akuntansi harus mengetahui konsep dasar akuntansi. Konsep merupakan pernyataan yang tidak perlu dibuktikan atau merupakan aksioma yang diterima secara umum karena sesuai dengan tujuan laporan keuangan dan menggambarkan sifat kesatuan akuntansi dari sebuah perusahaan. Konsep-konsep akuntansi yang digunakan dalam lingkungannya akan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, kondisi social, kondisi ekonomi, politik, dan sebagainya. Konsep ini dapat juga dikatakan sebagai asumsi dasar dalam akuntansi. Asumsi dasar ini terutama dalam menyusun prinsip akuntansi. Prinsip akuntansi disusun dengan memperhatikan tujuan laporan keuangan, keadaan perekonomian, keadaan politik perundang-undangan dan sebagainya yang berkaitan dengan dunia usaha. Bias saja terjadi perbedaan perumusan konsep dasar akuntansi antara pakar yang satu dengan pakar yang lain karena factor-faktor tersebut. Sedangkan konsep dasar akuntansi tersebut antara lain meliputi:
a.      Kesatuan usaha
Dalam konsep ini diasumsikan bahwa perusahaan merupakan kesatuan usaha yang terpisahdengan pemiliknya dan akuntansi memandang dari segi perusahaannya. Laporan keuangan yang disusun adalah laporan keuangan perusahaan, bukan laporan keuangan pemilik.
b.      Kesinambungan
Konsep ini menjelaskan bahwa perusahaan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas dan akan berlangsung secara terus-menerus. Asumsi ini akan memberikan dukungan yang kuat untuk penyajian aktiva berdasarkan harga perolehannya dan bukan atas dasar nilai kontan aktiva tersebut atau nilai yang direalisasikan pada saat likuidasi.
c.       Periode akuntansi
Konsep ini menjelaskan bahwa rugi dan laba perusahaan baru dapat diketahui setelah perusahaan dilikuidasi atau dengan kata lain bahwa tingkat kesuksesan suatu perusahaan hanya dapat diketahui pada saat perusahaan menghentikan usahanya dan mencairkan seluruh hartanya menjadi kas.

d.      Pengukuran dalam nilai uang
Penyelenggaraan akuntansi beranggapan bahwa mata uang adalah alat pengukur yang berlaku umum terhadap semua kegiatan ekonomi. Penggunaan satuan mata uang (rupiah) didasarkan pemahaman bahwa mata uang mempunyai nilai yang tetap (stable of price). Bila asumsi ini tidak dipenuhi maka fungsi laporan keuangan sebagai media informasi akan berkungan nilainya.
e.      Penetapan beban dan pendapatan
Penentuan laba periodic dan posisi keuangan dilakukan berdasarkan metode akrual, yaitu dikaitkan dengan pengukuran aktiva dan kewajiban serta perubahannya pada saat terjadinya, bukan hanya sekedar pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang. Penentuan laba periodic menyangkut dua masalah yaitu: pengakuan pendapatan selama periode dan penentuan beban yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk menghasilkan pendapatan tersebut.

SUMBER : http://cashbasic.blogspot.com/2011/12/asumsi-konsep-dasar-akuntansi.html
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2062041-asumsi-dan-konsep-dasar-akuntansi/

PRINSIP AKUNTANSI



Prinsip akuntansi adalah dalil atau doktrin untuk mengawasi suatu sisterm atau aktivitas tertentu yang telah diterima kebenarannya. Prinsip akuntansi bukan merupakan kebenaran yang hakiki dalam bidang akuntansi, karena pada hakekatnya akuntansi selalu berkembang dan selalu perubahan nilai-nilai yang terjadi di masyarakat. Prinsip akuntansi dapat bersifat tertulis maupun tidak tertulis sebagai akibat yang timbul dari pengalaman yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyajikan informasi keuangan.
Prinsip akuntansi dibutuhkan dalam kondisi yang selalu berubah, mengingat akuntansi tidak membuat diskriminasi dengan menyelenggarakan aktivitas-aktivitas yang secara khusus diarahkan untuk memenuhi pihak tertentu, akan tetapi informasi yang disajikan adalah relevan dengan kepentingan dan memuaskan berbagai pihak yang menggunakannya. Oleh karena itu penggunaan prinsip akuntansi menjadi sangat penting agar ada kesamaan dalam hal cara, metode, prosedur tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan, bersifat netral, dan dapat diperbandingkan. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
a.      Prinsip harga perolehan
Prinsip ini ditekankan bahwa aktiva, hutang, modal, penghasilan dan biaya hendaknya dicatat sebesar harga perolehan yang disepakati oleh kedua belah pihak yang bertransaksi

b.      Prinsip realisasi penghasilan
Prinsip ini pada dasarnya mencakup pengertian, pengukuran dan pengakuan penghasilan.

c.       Prinsip mempertemukan pendapatan dan biaya
Prinsip ini menghendaki bahwa hasil aktivitas perusahaan selama periode tertentu yang diuangkan dalam laporan keuangan merupakan hasil dalam periode yang sama.

d.      Prinsip obyektif
Prinsip ini memberikan pengertian bahwa laporan keuangan yang dihasilkan haruslah didasarkan pada data akuntansi yang didukung oleh bukti-bukti transaksi yang obyektif

e.      Prinsip pengungkapan penuh
Laporan keuangan hendaknya dapat memberikan semua informasi baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang dapat mempengaruhi interpretasi dan pengambilan keputusan para pemakainya.

f.        Prinsip konsistensi
Prinsip ini pada dasarnya mengatakan bahwa laporan keuangan tersebut harus mempunyai daya banding


SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_akuntansi_yang_berlaku_umum
                    http://www.ilmu-ekonomi.com/2012/02/prinsip-akuntansi-indonesia.html